latar belakang

Hama apa saja yang dapat dikendalikan oleh Bacillus thuringiensis?

Bakteri thuringiensisBacillus thuringiensis var. popilliae, juga dikenal sebagai Bacillus thuringiensis var. popilliae, adalah bakteri berbentuk batang. Selama reproduksinya, salah satu ujungnya membentuk spora, sehingga menjadi bakteri pembentuk spora, sementara ujung lainnya menghasilkan protein kristal. Protein kristal ini memiliki efek insektisida yang kuat, terutama untuk lebih dari 100 spesies hama lepidoptera seperti ulat kapas, ngengat kubis kecil, ngengat punggung berlian, ulat tunas padi, ulat sutra, ulat pinus, ulat tunas tembakau, penggerek jagung, penggerek batang padi bergaris, ngengat rumput, dan kumbang tanah. Ini adalah insektisida mikroba yang telah menjadi subjek penelitian paling mendalam, pengembangan paling cepat, dan aplikasi paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Karena toksisitasnya yang rendah, ramah lingkungan, dan efek insektisida yang sangat baik, insektisida ini sangat disukai oleh petani.

imagestore20231031de885aa5-547c-490c-aa49-6be8353a3323_副本

I. Karakteristik Utama dariBakteri thuringiensis

1. Beragam pilihanpengendalian hamaToksin yang dihasilkan oleh Bacillus thuringiensis dapat mengendalikan ratusan hama, terutama sangat efektif terhadap larva lepidoptera. Toksin ini terutama digunakan untuk mengendalikan ulat kubis, ulat kapas, ngengat malam lobak, ngengat malam bergaris, ngengat malam bit gula, ngengat kubis kecil, ngengat tembakau, penggerek batang padi generasi kedua, penggerek jagung, ulat teh, ulat pinus, ngengat teh, ngengat kacang, hama lengket jagung, ngengat malam bersayap perak, dan larva nyamuk, serta hama tertentu seperti kumbang, siput, dan lintah.

2. Selektivitas: Bacillus thuringiensis terutama menargetkan hama dengan lingkungan basa di usus mereka dan memiliki efek membunuh yang kuat. Bakteri ini tidak beracun bagi manusia, ternak, lebah, ikan, udang, kepiting, dan organisme air lainnya.

3. Jangkauan aplikasi yang luas: Bacillus thuringiensis dapat digunakan secara luas pada sayuran seperti kapas, kacang tanah, kedelai, kentang, padi, sawi, tomat, terong, paprika, kubis, sawi putih, kembang kol, dll., serta pohon buah-buahan seperti apel, pir, anggur, kenari, jeruk, leci, kiwi, lengkeng, mangga, dll., dan juga pada berbagai tanaman seperti bunga, tanaman obat Tiongkok, dll.

4. Tidak ada resistensi: Bacillus thuringiensis adalah jenis bakteri pembentuk spora yang dapat menghasilkan protein kristal sporulasi dan bekerja baik secara eksternal maupun internal pada hama. Hama tidak dapat mengembangkan resistensi. Meskipun telah digunakan selama beberapa dekade, bakteri ini tetap menjadi insektisida mikroba yang sangat baik hingga saat ini.

5. Kompatibilitas yang baik: Bacillus thuringiensis memiliki kompatibilitas yang baik dan dapat dicampur dengan insektisida yang bekerja cepat seperti methomyl, avermectin, dan indoxacarb, sehingga menghasilkan efek sinergis yang signifikan.

6. Bebas polusi dari lima racun: Bacillus thuringiensis adalah bakteri berbentuk batang yang tidak beracun bagi manusia, ikan, udang, kepiting, dll., dan tidak menyebabkan polusi lingkungan. Oleh karena itu, bakteri ini menjadi insektisida pilihan untuk produksi produk pertanian yang ramah lingkungan dan bebas polusi.

II. Metode Aplikasi Bacillus thuringiensis

Untuk pengendalian hama seperti ngengat bit gula, ngengat kubis kecil, dan ulat kubis, dapat digunakan pada tahap larva ketika hama masih muda. Gunakan 30-40 gram bubuk larut air Avisept Bacillus thuringiensis 2% per hektar, dicampur dengan 30-40 kilogram air untuk penyemprotan merata. Ini dapat membunuh hama dengan cepat dan memiliki efek tahan lama dengan kecepatan yang baik.

Untuk mengendalikan hama seperti ngengat muda, ulat tunas padi, ulat pinus, penggerek jagung, ngengat besar, dan ngengat jarum, gunakan 25-35 gram bubuk larut air Avisept Bacillus thuringiensis 1% per hektar, dicampur dengan 30 kilogram air untuk penyemprotan merata. Ini dapat dengan cepat mengendalikan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh hama.

III. Tindakan Pencegahan untuk Bacillus thuringiensis

1. Penggunaan di awal: Sebagai bakteri, jika digunakan sendiri, kecepatan membunuhnya relatif lambat. Oleh karena itu, sebaiknya digunakan pada tahap awal kemunculan hama untuk mengendalikan kerusakan yang disebabkan oleh hama dengan lebih baik.

2. Gunakan di siang hari: Sinar matahari yang kuat cenderung membunuh bakteri ini. Oleh karena itu, saat menggunakan insektisida ini, sebaiknya digunakan sebelum pukul 10 pagi atau setelah pukul 4 sore untuk hasil yang lebih baik.

3. Penggunaan pada suhu tinggi: Bacillus thuringiensis aktif pada suhu tinggi. Ketika suhu melebihi 20℃, efeknya lebih baik.


Waktu posting: 25 Maret 2026