inquirybg

Apa saja fungsi dan kegunaan bifenthrin?

BifenthrinBifenthrin memiliki efek membunuh melalui kontak dan meracuni perut, dengan efek yang tahan lama. Ia dapat mengendalikan hama bawah tanah seperti larva, ulat, dan cacing kawat, hama sayuran seperti kutu daun, ulat kubis, lalat putih rumah kaca, tungau merah, dan tungau kuning teh, serta hama pohon teh seperti ulat jengkal teh, ulat daun teh, dan ngengat hitam teh. Di antaranya, kutu daun, ulat kubis, tungau merah, dan hama lainnya pada sayuran dapat dikendalikan dengan menyemprotkan larutan bifenthrin yang diencerkan 1000 hingga 1500 kali.

I. Fungsi daribifenthrin

Bifenthrin memiliki efek membunuh melalui kontak dan meracuni perut, tidak memiliki aktivitas sistemik atau fumigasi, kecepatan membunuh yang cepat, efek tahan lama, dan spektrum insektisida yang luas. Obat ini terutama digunakan untuk mengendalikan larva lepidoptera, kutu putih, kutu daun, dan tungau laba-laba herbivora serta hama lainnya.

II. Kegunaan daribifenthrin

1. Mengendalikan hama bawah tanah pada tanaman seperti melon dan kacang tanah, seperti larva kumbang,cacing, dan cacing kawat.

2. Mengendalikan hama sayuran seperti kutu daun, ngengat diamondback, ulat tentara diamondback, ulat tentara bit, ulat kubis, kutu putih rumah kaca, tungau laba-laba merah terong, dan tungau kuning teh.

3. Kendalikan hama pohon teh seperti ulat teh, ulat daun teh, ngengat racun hitam teh, ngengat duri teh, wereng hijau kecil, thrips kuning teh, tungau berbulu pendek teh, ngengat duri daun, kutu putih duri hitam, dan kumbang gajah teh.

O1CN01rKfDkV1EQVxnc59X4_!!2216925020346

III. Cara Penggunaan Bifenthrin

Untuk mengendalikan tungau laba-laba merah pada terong, 30 hingga 40 mililiter konsentrat emulsi bifenthrin 10% dapat digunakan per mu, dicampur merata dengan 40 hingga 60 kilogram air dan disemprotkan. Efeknya bertahan sekitar 10 hari. Untuk tungau kuning teh pada terong, 30 mililiter konsentrat emulsi bifenthrin 10% dapat dicampur merata dengan 40 kilogram air dan kemudian disemprotkan untuk pengendalian.

2. Pada tahap awal kemunculan kutu putih pada sayuran, melon, dan lain-lain, dapat digunakan 20-35 mililiter emulsi air bifenthrin 3% atau 20-25 mililiter emulsi air bifenthrin 10% per mu, dicampur dengan 40-60 kilogram air untuk penyemprotan pengendalian.

3. Untuk hama seperti ulat jengkal, wereng hijau, ulat teh, dan kutu putih berbintik hitam pada pohon teh, larutan yang diencerkan 1000-1500 kali dapat disemprotkan untuk pengendalian selama periode ketika larva dan nimfa berada pada tahap instar ke-2 hingga ke-3.

4. Selama periode kemunculan hama dewasa dan nimfa seperti kutu daun, lalat putih, dan tungau merah pada sayuran dari famili Cruciferae dan Cucurbitaceae, larutan yang diencerkan 1000-1500 kali dapat disemprotkan untuk pengendalian.

5. Untuk pengendalian hama seperti tungau kapas dan tungau laba-laba merah kapas, serta penggerek daun jeruk, larutan yang diencerkan 1000-1500 kali dapat disemprotkan pada tanaman selama masa inkubasi telur atau masa inkubasi penuh dan pada tahap dewasa.


Waktu posting: 07 Juli 2025