Keuntungan dariBakteri thuringiensis
(1) Proses produksi Bacillus thuringiensis memenuhi persyaratan lingkungan, dan terdapat sedikit residu di lapangan setelah penyemprotan insektisida.
(2) Biaya produksi pestisida Bacillus thuringiensis rendah, bahan baku produksinya berasal dari berbagai sumber, yaitu produk sampingan pertanian, sehingga harganya relatif murah.
(3) Produk ini mempunyai spektrum insektisida yang luas dan mempunyai efek toksik terhadap lebih dari 200 jenis hama lepidoptera.
(4) Penggunaan terus-menerus akan membentuk daerah epidemi hama, mengakibatkan penyebaran luas patogen hama, dan mencapai tujuan pengendalian alami kepadatan populasi serangga.
(5) Penggunaan insektisida Bacillus thuringiensis tidak mencemari lingkungan dan sumber air, tidak berbahaya bagi manusia dan hewan, dan aman bagi sebagian besar serangga musuh alami.
(6) Bacillus thuringiensis dapat dicampur dengan berbagai agen biologis lainnya, pengatur pertumbuhan serangga, racun ulat sutra piretroid, karbamat, pestisida organofosfor dan beberapa fungisida dan pupuk kimia.
(7) Penggunaan pestisida secara bergantian dan pestisida kimia dapat meningkatkan resistensi hama terhadap pestisida kimia.
Metode penggunaan
InsektisidaSediaan Bacillus thuringiensis dapat digunakan untuk penyemprotan, pengolesan, pengisian, pembuatan butiran atau umpan racun, dll., juga dapat disemprotkan dengan pesawat area luas, dan juga dapat dicampur dengan insektisida kimia dosis rendah untuk meningkatkan efek pengendalian. Selain itu, serangga yang mati juga dapat digunakan kembali, tubuh serangga yang menghitam dan membusuk akan diracuni oleh Bacillus thuringiensis, digosok dalam air, dan setiap 50 gram losion bangkai serangga akan disemprot dengan 50 hingga 100 kilogram air, yang memiliki efek pengendalian yang lebih baik pada berbagai hama.
(1) Pencegahan dan pengendalian hama rumput: Semprotkan dengan 10 miliar spora/g bubuk bakteri 750 g/hm2 yang diencerkan dengan air 2.000 kali, atau campurkan 1.500 ~ 3.000 g/hm2 dengan 52,5 ~ 75 kg pasir halus untuk membuat butiran dan sebarkan ke akar rumput untuk mencegah dan mengendalikan hama yang merusak akar.
(2) Pencegahan dan pengobatan hama penggerek jagung: 150 ~ 200 gram bubuk yang dapat larut per mu, 3 ~ 5 kg pasir halus, campur dan sebarkan di daun bagian tengah.
(3) Pencegahan dan pengobatan ulat kubis, ngengat kubis, ngengat bit, tembakau, ulat tembakau: 100 ~ 150 gram bubuk larut air per mu, 50 kg air semprot.
(4) Pencegahan dan pengendalian hama pada kapas, ulat kapas, ulat jembatan, padi, penggerek daun padi, penggerek: 100 sampai 200 gram bubuk yang dapat dibasahi per mu, 50 sampai 70 kilogram air semprot.
(5) Pengendalian pohon buah-buahan, pohon, ulat pinus, ulat makanan, ulat jengkal, ulat teh, ulat jengkal teh: setiap mu dengan bubuk yang dapat larut dalam air 150 ~ 200 gram/mu, air 50 kg untuk penyemprotan.
Waktu posting: 11 Desember 2024




