Pada musim ini setiap tahunnya, sejumlah besar hama muncul (kutu tanah, Spodoptera littoralis, Spodoptera litura, Spodoptera frugiperda, dll.), menyebabkan kerusakan serius pada tanaman. Sebagai agen insektisida spektrum luas, klorfenapyr memiliki efek pengendalian yang baik terhadap hama-hama tersebut.
1. Karakteristik klorfenapirs
(1) Klorfenapyr memiliki spektrum insektisida yang luas dan berbagai macam aplikasi. Dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama seperti Lepidoptera dan Homoptera pada sayuran, pohon buah-buahan, dan tanaman pangan, seperti ngengat diamondback, ulat kubis, ulat tentara bit, dan twill. Banyak hama sayuran seperti ngengat noktuida, penggerek kubis, kutu kubis, penggerek daun, thrips, dll., terutama terhadap hama Lepidoptera dewasa, sangat efektif.
(2) Klorfenapyr memiliki efek racun perut dan pembunuhan kontak pada hama. Ia memiliki daya tembus yang kuat pada permukaan daun, memiliki efek sistemik tertentu, dan memiliki karakteristik spektrum insektisida yang luas, efek pengendalian yang tinggi, efek tahan lama, dan aman. Kecepatan insektisidanya cepat, penetrasinya kuat, dan insektisidanya relatif menyeluruh. (Hama dapat dibunuh dalam waktu 1 jam setelah penyemprotan, dan efisiensi pengendalian harian dapat mencapai lebih dari 85%).
(3) Klorfenapyr mempunyai efek pengendalian yang tinggi terhadap hama yang resistan, terutama terhadap hama dan tungau yang resistan terhadap pestisida seperti organofosfor, karbamat, dan piretroid.
2. Pencampuran klorfenapyr
Meskipun klorfenapyr memiliki spektrum insektisida yang luas, efeknya juga baik, dan resistensi saat ini relatif rendah. Namun, jenis agen apa pun, jika digunakan sendiri dalam jangka waktu lama, pasti akan mengalami masalah resistensi di kemudian hari.
Oleh karena itu, dalam penyemprotan sebenarnya, klorfenapyr harus sering dicampur dengan obat lain untuk memperlambat timbulnya resistensi obat dan meningkatkan efek pengendalian.
(1) Senyawa dariklorfenapyr + emamektin
Setelah dikombinasikan dengan klorfenapyr dan emamectin, insektisida ini memiliki spektrum luas dan dapat mengendalikan thrips, kepik bau, kumbang kutu, tungau merah, cacing jantung, penggerek jagung, ulat kubis, dan hama lainnya pada sayuran, ladang, pohon buah-buahan, dan tanaman lainnya.
Selain itu, setelah mencampur klorfenapir dan emamektin, masa pakai obat menjadi lebih lama, yang bermanfaat untuk mengurangi frekuensi penggunaan obat dan menurunkan biaya penggunaan bagi petani.
Periode aplikasi terbaik: pada tahap instar 1-3 hama, ketika kerusakan hama di lapangan sekitar 3%, dan suhu terkontrol sekitar 20-30 derajat, efek aplikasi akan paling optimal.
(2) klorfenapyr +indoxacarb dicampur dengan indoxacarb
Setelah mencampur klorfenapyr dan indoxacarb, pestisida ini tidak hanya dapat membunuh hama dengan cepat (hama akan berhenti makan segera setelah kontak dengan pestisida, dan akan mati dalam 3-4 hari), tetapi juga mempertahankan efektivitasnya dalam jangka waktu lama, yang juga lebih aman untuk tanaman.
Campuran klorfenapyr dan indoxacarb dapat digunakan untuk mengendalikan hama lepidoptera, seperti ulat kapas, ulat kubis pada tanaman cruciferae, ngengat diamondback, ulat tentara bit, dll., terutama ketahanannya terhadap ngengat noktuida sangat luar biasa.
Namun, ketika kedua zat ini dicampur, efeknya pada telur tidak baik. Jika Anda ingin membunuh telur dan serangga dewasa sekaligus, Anda dapat menggunakan lufenuron secara bersamaan.
Waktu aplikasi terbaik: pada tahap pertengahan dan akhir pertumbuhan tanaman, ketika hama sudah lebih tua, atau ketika hama generasi ke-2, ke-3, dan ke-4 bercampur, efek pengobatan akan baik.
(3)senyawa klorfenapyr + abamektin
Abamektin dan klorfenapyr dikombinasikan dengan efek sinergis yang jelas, dan efektif melawan thrips yang sangat resisten, ulat, ulat tentara bit, dan daun bawang. Semuanya memiliki efek pengendalian yang baik.
Waktu terbaik untuk menggunakannya: pada tahap pertengahan dan akhir pertumbuhan tanaman, ketika suhu rendah di siang hari, efeknya lebih baik. (Ketika suhu lebih rendah dari 22 derajat, aktivitas insektisida abamektin lebih tinggi).
(4) Penggunaan campuran klorfenapyr + lainnyapestisida
Selain itu, klorfenapyr juga dapat dicampur dengan tiametoksam, bifentrin, tebufenozida, dan lain-lain untuk mengendalikan thrips, ngengat diamondback, dan hama lainnya.
Dibandingkan dengan obat lain: klorfenapyr terutama digunakan untuk mengendalikan hama lepidoptera, tetapi selain klorfenapyr, ada dua obat lain yang juga memiliki efek pengendalian yang baik terhadap hama lepidoptera, yaitu lufenuron dan indene Wei.
Jadi, apa perbedaan antara ketiga obat ini? Bagaimana cara memilih obat yang tepat?
Ketiga agen ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam aplikasi praktis, kita dapat memilih agen yang tepat sesuai dengan situasi aktual.
Waktu posting: 07-03-2022



